,,,kami bangga dan senang menjalani tugas ini karena ini bidangku, kami merasa ringan menjalankan tugas ini karna kami tahu strategi dan paham, kami merasa keberatan melakukannya karna tugas ini belum pernah kami lakukan, kami menyesal atas kebikan pimpinan karena sama sekali tidak bisa melihat dan mengukur kemampuan juga track record bawahanya.. Ini adalah sepenggal kalimat rintihan kalbu dari para Pekerja yang peduli akan kesinambungan Perusahaan.
Lain persoalan jika personal itu perpandangan nrimo ing pandum atau bahasa kuwait nya “sabodo teuing.. Mau ancur mau maju yg penting mah dapet gaji ajah..”. Benar memang pernyataan seperti itu, namun lagi-lagi semua berpulang dari individu masing-masing.
Ada beberapa karakter seorang pekerja disini :
1. Pekerja Colekan.
Type ini lebih bersifat menunggu (stagnan) dan minus inisiatif, selama belum diberi teguran (colekan) atau bersifat jebakan insting dr atasanya, type ini hanya mengerjakan yg biasa dilakukan.
2. Pekerja Standar
type pekerja ini berkarakter tenang, pembawaannya selalu tidak memperdulikan kebijakan managemen, namun pencapaianya tidak mudah untuk menjadi type seperti ini, butuh kemapanan finansial, mapan secara akhlak.
3. Pekerja Nyentrik’
type ini adalah bisa ditemui di masing-masing Instansi, pekerja ini tidak bisa mengukur kemampuan dirinya, namun begitu, pekerja ini tidak senang melihat keberhasilan rekan kerjanya sendiri, otaknya selalu berkeringat memikirkan hal-hal yang didapat lebih dari rekan kerjannya (iri dan dengki).
4. Pekerja berpaham Koplakisme.
Type ini lebih tenar di masyarakat sebagai Penjilat’, pencapaian akhirnya adalah mengkondisikan Pimpinan dan pribadinya untuk sesuatu tujuan dirinya sendiri, baik jabatan ataupun materi diluar hak nya dg jalan tidak wajar, butuh muka dua dan tebal untuk menjalaninya, namun memang bakat alami (Rahimiah / kepepet=red) lebih bisa untuk mengerjakan.
Bagaimana dg Type seorang Pemimpin ?? Berikut sedikit gambaran tentang Pemimpin :
1. Pemimpin Profesional.
Type ini sedikit kaku’ untuk berinteraksi dg bawahanya biasanya, punya wibawa, namun sebenarnya punya bakat seni, jd sebetulnya karakter ini pembawaannya kaku’ namun dinamis jiwanya, orientasinya pencapaian target Perusahaan dg berbagai cara, banyak ide segar dan mampu menjadi solusi.
2. Pemimpin Sejati.
Type ini penyempurnaan dr type Pemimpin Profesional, jiwa keteladannya mampu menjadi panutan, jiwanya melayani tanpa kenal pamrih, selain berorientasi pencapaian target Perusahaan, type ini lebih mampu megkombinasikan dg penciptaan suasana kondusif disekeliling daerah kepemimpinannya, karena type ini sekaligus mempunyai pondasi ilmu agama yg kuat dan paham, tuturnya yg bersahaja membuat segan para bawahannya meski dg nada pelan, kebijakannya serta pertimbangan matang juga mendengarkan pandangan orang lain atau bawahannya.
3. Pemimpin Otoriter.
Type ini mengingatkan kita kembali pada era keemasan Mbah Harto, Alm sang legenda Presiden kita, tentu kita bs memahami semua bagaimana karakter type seperti beliau, senang mengkondisikan atasnama apapun demi pencapaian kepentingan pribadi, entah itu seorang yang sangat tidak berkompeten pada bidangnya sekalipun jika bs masuk dan memberi ‘peluang menarik’, maka tetap orang tersebut justru diberi kepercayaan, permainan’ type ini lebih mengkaderisasi / membuat system dg pandangan yg harus mengikuti pola sang Pemimpin untuk tujuan yang lebih bersifat Pribadi serta mengesampingkan hajat orang banyak, berwibawa.
4. Pemimpin Nyentrik’
type ini seperti namannya adalah benar2 menjadi lelucon tersendiri kehadirannya, type ini biasanya bukan orang ber-karier brilian, penuh solusi, dan cerdas pandai, namun lebih ‘Aji Mumpung alias Ndilalah’ adanya, biasanya punya kerabat atau saudara dengan kedudukan yg lebih tinggi di Instansi tempatnya bernaung, minim inisiatif, berperilaku sekenanya, kebijakannya sangat sulit dipahami karena tidak ada sedikitpun jiwa kepemimpinan, bahkan sering dijumpai seperti type ini yang sama sekali tidak paham apa yang dikerjakan seharusnya, orientasinya profit pribadi, justru sibuk dg hal2 diluar kedinasan, misal menyalurkan hoby traveling atau lainnya, kehadirannya ‘Mubah’ untuk dilihat.
Mari kita berfikir bijak menyikapi fenomena ini, pesan kami “entah itu Sang Pemimpin mukanya mirip Keong Racun, Buaya Darat,, namun Dia Adalah Pemegang Kebijakan”. Paling enak mengingatkan managemen bahwa Perusahaan butuh pendapatan BUKAN BENALU KOPLAK dipelihara. Merdeka !!
Suwun.
(disunting dari Buku Kang Dije’ Reformasi BAB VIII, Penerbit PT. Mancal Sarung. Tbk Kuwait).
Selamat, Monggo di Pancal SURVEY 5 DETIK
Like this:
Be the first to like this post.